5 Topik Pembicaraan Pemicu Insecurity dan Cara Merespon yang Baik

Semua Orang Pernah Insecure

Siapa sih yang nggak pernah insecure? Coba katakan, minimal sekali seumur hidup pasti pernah merasakannya. ternyata ada beberapa topik pembicaraan yang seringkali pemicunya, mari kita kenali.

1. Kamu Kapan Nikah?
Pertanyaan yang mulai sering didengar saat kita berusia 20 tahun, ternyata bisa jadi salah satu pemicu insecurity loh. Bagi sebagian besar orang pertanyaan ini dilontarkan sebagai bentuk basa-basi.

Negatifnya jika kamu jadi merasa terlambat dari yang lain. Biasanya setelah mendapat pertanyaan ini perasaan tidak aman, tidak pantas, dan banyak kekurangan mulai terbesit dalam pikiran.

Kamu memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ganti dengan jawaban “Maaf, itu adalah pertanyaan pribadi, saya tidak ingin membahasnya”. Kamu jika bisa memaparkan alasan mengapa belum menikah, dengan menjawab kesibukanmu sekarang.

Kamu tidak harus memberikan jawaban yang memuaskan dan terperinci untuk setiap pertanyaan. Khususnya, jika pertanyaan tersebut membuatmu merasa tidak nyaman.

Namun tenang

2. Kamu Kerja Apa Sekarang?

Pertanyaan ini sering kali diterima oleh fresh graduate, bukan? Orang lain biasa menanyakannya sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan pekerjaan baru. Bisa jadi hanya sekedar basa-basi. Maupun berniat untuk mempermalukan pekerjaanmu.

Alangkah baik jika kamu menanggapi dengan respons biasa saja tanpa merasa rendah diri. Jika kamu memiliki pekerjaan, katakan bahwa kamu nyaman dengan pekerjaanmu sekarang. Jika kamu tidak nyaman dengan pekerjaanmu, kamu justru bisa membalikkan pertanyaan, “menurut Anda apa yang harus saya lakukan?”.

Jika kamu belum memiliki pekerjaan, kamu bisa bertanya “Apakah ada lowongan?”. Jawaban seperti ini justru membuka peluang baru bagi kamu mendapatkan pekerjaan. Intinya, kamu selalu punya hak untuk menjawab dan tidak menjawab suatu pertanyaan.

3. Gaji Berapa

Tidak jauh dari poin sebelumnya yang bertanya tentang pekerjaan. Soal gaji juga sering ditanyakan loh. Ada saja orang yang tingkat keingintahuannya tinggi sampai tidak berpikir bahwa itu adalah privasi.

Saat mendapat pertanyaan ini, jangan tampakkan kamu tidak nyaman. Melainkan tunjukkan ekspresi santai, lalu kamu bisa melontarkan pertanyaan balik, “Memangnya gaji kamu berapa?” atau “Apa pentingnya mengetahui gajiku?”.

Jika penanya adalah orang yang kamu rasa tidak merendahkanmu, justru bisa memberimu kesempatan bekerja dengan gaji yang lebih tinggi. Kamu bisa memanfaatkan momentum ini untuk bertanya lowongan pekerjaan baru yang cocok dengan gaji yang lebih tinggi.

4. Berat Badan

Berat badan adalah topik sensitif terutama bagi kaum hawa yang cenderung lebih sering memikirkan soal fisik dibandingkan pria. Topik ini hampir tidak pernah gagal membuat rendah diri, sampai banyak sekali kasus wanita menderita gangguan makan seperti anorexia nervosa. Terlebih diet ketat yang memicu penyakit.

Tapi jangan salah, jika kalian mengira bahwa hanya orang dengan berat badan berlebih yang merasa insecure. Ternyata banyak orang yang insecure karena berat badan yang kurang alias kurus.

Perlu diingat bahwa setiap manusia memiliki potensi genetik masing-masing yang menentukan bentuk tubuh. Pahami bahwa kurus bukanlah standar yang harus dipenuhi. Melainkan menjadi sehat itu wajib bagi setiap orang.

Topik mengenai berat badan memang bisa membuatmu merasa kurang menarik, kurang cantik, dan berakhir dengan rendahnya kepercayaan diri. Mengabaikan soal berat badan juga bukan hal yang baik loh. bahwa obesitas menjadi salah satu pemicu kematian di dunia.

Mindset mengenai berat badan ideal adalah kunci mengatasi insecurity berkaitan dengan berat badan dan kesehatan. Kamu bisa menerapkan pola makan sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup untuk membantu proses metabolisme.

Berdamai dengan Insecurity

Semua topik tersebut tidak akan menjadi gangguan dan pemicu insecurity jika dalam diri kita sudah berdamai dengan perasaan insecure. Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi insecure adalah dengan belajar menerima diri sendiri dengan segala kelemahannya. Belajar mensyukuri apapun yang kita punya.

Manusia diciptakan tidak dengan kelebihan tetapi juga kekurangan. Sangatlah wajar jika beberapa hal berjalan seolah tidak sempurna. Kamu hanya bisa mengontrol yang bisa kamu kontrol. Tingkatkan kepercayaan diri dengan melakukan afirmasi positif.

Belajarlah mencintai diri, termasuk dengan memilih lingkungan serta memilah siapa saja yang boleh dan tidak boleh bergaul denganmu. Hindari pemicu insecurity dengan meninggalkan teman toksik karena dirimu berharga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *